Dynamics of the South China Sea Dispute: Indonesia’s Position in Multilateral Diplomacy and the Enforcement of UNCLOS 1982
DOI:
https://doi.org/10.63142/al-battar.v2i3.435Keywords:
South China Sea, International law, Dispute resolutionAbstract
The South China Sea constitutes a strategically significant global region due to its vital role in international trade, natural resource potential, and regional geopolitical stability; however, it also remains a complex maritime dispute area arising from overlapping claims by several states, particularly China’s unilateral nine-dash line claim, which is inconsistent with the provisions of the United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982. Although Indonesia is not a direct claimant state, it possesses substantial strategic interests in safeguarding sovereignty, maritime security, and legal certainty under international law, especially with regard to its Exclusive Economic Zone (EEZ) in the North Natuna Sea. This study aims to analyze the dynamics of the South China Sea dispute from an international law perspective by focusing on Indonesia’s position in multilateral diplomacy and the enforcement of UNCLOS 1982. Employing a qualitative descriptive-analytical method, this research is based on doctrinal legal analysis of primary, secondary, and tertiary legal materials, including UNCLOS 1982, the 2016 arbitral award in Philippines v. China, official ASEAN documents, and contemporary scholarly literature. The findings indicate that while UNCLOS 1982 provides a clear and binding legal framework for maritime dispute settlement, its implementation faces significant challenges due to political considerations and geopolitical power dynamics. Indonesia consistently emphasizes the primacy of international law, strengthens multilateral diplomacy through ASEAN, and actively promotes the establishment of a legally binding Code of Conduct, thereby affirming its role as a normative actor contributing to regional stability and the enforcement of the international law of the sea.
Downloads
References
Adikara, A. P. “Tantangan Kebijakan Diplomasi Pertahanan Maritim Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Laut Natuna Utara.” Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan 13, no. 1 (2021).
Ambarwati, Auliah, Adi Prahmana Putra, Aryadi A. W., Nabila N., Ramli N., Najwa A., dan Sutriani S. “Pesona Kekayaan Alam: Sumber Konflik di Kawasan Laut China Selatan.” Jurnal Litigasi Amsir 10, no. 3 (2023): 240–46.
Djumadin, Z. “Kebijakan Pemberantasan Illegal Fishing di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia Laut Cina Selatan Tahun 2017.” Ilmu dan Budaya 41, no. 64 (2019).
Farras, A. N. “Hubungan Interdependensi Indonesia–China di Tengah Ketegangan Laut Natuna Utara.” Indonesian Perspective 8, no. 1 (2023): 96–120.
Firdaus, M. W. “Urgensi Resolusi Konflik Klaim Nine Dash Line Tiongkok di Perairan Natuna Utara.” Jurnal Ius Constituendum 8, no. 2 (2023): 277.
Gerungan, L. K. “Penegakan Hukum di Wilayah Perairan Indonesia.” Lex et Societatis 4, no. 5 (2016).
Haffsari, P. P. “Peran Kepemimpinan Indonesia dalam Pengelolaan Sengketa Laut Cina Selatan.” Sospol 4, no. 1 (2018): 55–77.
Julina, S. “Peran Indonesia dalam Keketuaan ASEAN 2023: Perspektif Konstruktivisme.” Jurnal Alternatif: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional 14, no. 2 (2023).
Kaunang, R. B. “Penegakan Hukum di Wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (Perairan Natuna Utara) sebagai Kawasan Klaim Laut China Selatan.” Lex Administratum 10, no. 1 (2022).
Kantjai, M. “Kewenangan Tribunal Internasional Hukum Laut dalam Penyelesaian Sengketa Kelautan Menurut Konvensi Hukum Laut PBB Tahun 1982.” Lex Privatum 7, no. 1 (2019).
Laksmi, Luh Gde Citra Sundari, Dewa Gede Sudika Mangku, dan Ni Putu Rai Yuliartini. “Peran Indonesia dalam Penyelesaian Sengketa Internasional di Laut Cina Selatan.” Jurnal Komunitas Yustisia 5, no. 2 (2022): 225–42.
Pratiwi, K. I. “Analisis Penangkapan Ikan Ilegal oleh Kapal Asing (Vietnam) di Laut Natuna.” Aufklarung: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora 3, no. 4 (2023): 9–16.
Ruslijanto, P., Sukarmi, D. Puspitawati, A. Kusumaningrum, U. Ikaningtyas, H. Ula, dan A. Saraswati. Hukum Penyelesaian Sengketa Internasional. Malang: Universitas Brawijaya Press, 2022.
Sarlini, H. Y. “Militer dan Politik di Indonesia dalam Konteks Ketegangan Maritim di Laut China Selatan.” Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial 1, no. 11 (2024): 124–30.
Sari, H. “Pengaruh Hukum Laut Internasional terhadap Sengketa Wilayah Maritim di Laut China Selatan.” Jurnal Studi Interdisipliner Perspektif 21, no. 2 (2022): 115–23.
Silviani, N. Z. “Interpretasi Perjanjian Internasional Terkait Historical Rights dalam UNCLOS 1982: Studi Kasus Sengketa Laut Cina Selatan antara Republik Rakyat Cina v. Filipina dan Sengketa Kepulauan Chagos antara Mauritius v. Britania Raya.” Jurnal Selat 6, no. 2 (2019): 154–71. https://doi.org/10.31629/selat.v6i2.1067.
Simanjuntak, M. “Menolak Klaim Historis China ‘Nine Dash Line’ dan Kewenangan Penegakan Kedaulatan serta Penegakan Hukum di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.” Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara 10, no. 2 (2020). https://doi.org/10.35968/jh.v10i2.466.
Siregar, E. S., A. Pratiwi, D. M. Rambe, L. Alfionita, dan D. Darmansyah. “Dari Negosiasi ke Ajudikasi: Peta Penyelesaian Sengketa dalam Hukum Internasional.” Innovative: Journal of Social Science Research 4, no. 4 (2024): 2275–85.
Sitompul, M. A. “Analisis Peran ASEAN Regional Forum dalam Penyelesaian Sengketa Laut China Selatan.” Publicio: Jurnal Ilmiah Politik, Kebijakan dan Sosial 4, no. 1 (2022): 1–10. https://doi.org/10.51747/publicio.v4i1.695.
Soeparan, P. F., dan M. Kossay. “Pemanfaatan Hukum Internasional dalam Penyelesaian Sengketa Laut China Selatan: Analisis dengan Pendekatan Doktrinal.” Hakim: Jurnal Ilmu Hukum dan Sosial 2, no. 4 (2024): 873–87. https://doi.org/10.51903/hakim.v2i4.2189.
Suwarno, P. S. “Rekonstruksi Keamanan Maritim Indonesia dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Wilayah (Studi di Kabupaten Natuna Periode 2019–2020).” Jurnal Ketahanan Nasional 27, no. 1 (2021): 65–89.
Thayer, C. A. “ASEAN, China and the Code of Conduct in the South China Sea.” SAIS Review of International Affairs 33, no. 2 (2013): 75–84.
Toruan, G. T. L. “Peran Strategis Indonesia dalam Penyelesaian Konflik Laut China Selatan dalam Perspektif Stabilitas Keamanan Regional.” Jurnal Keamanan Nasional 6, no. 1 (2020): 111–29.
Wiliawati, Y., D. Danial, dan F. Muin. “Eksistensi UNCLOS 1982 dalam Upaya Penegakan Hukum Laut Internasional di Perairan Negara Pantai.” Sultan Jurisprudence: Jurnal Riset Ilmu Hukum 2, no. 2 (2022): 286–98. https://doi.org/10.51825/sjp.v2i2.17064
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Andin Wisnu Sudibyo, Richard (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













