Comparison Of Islamic Inheritance Law System And Civil Inheritance Law In Realizing Justice And Legal Certainty In Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.63142/al-battar.v2i3.438Keywords:
Inheritance law, Islamic law, civil law, comparative lawAbstract
A crucial component of the legal system that governs how the testator's posthumous assets are divided among his heirs is inheritance law. Indonesia now has two different systems of inheritance law in place: civil inheritance law and Islamic inheritance law. Islamic inheritance law is based on the Qur'an, Hadith, and the Compilation of Islamic Law (KHI), whereas civil inheritance law is regulated by the Civil Code (KUHPer). These two systems have differences principles, distribution mechanisms, and dispute resolution. These differences are often a source of problems in practice, especially for people between the two legal systems. Therefore, the purpose of this study is to compare Indonesian civil and Islamic inheritance laws in order to give a more thorough understanding of their traits, parallels, and divergences. The study employs a comparative legal perspective and a normative legal research methodology. The legal provisions found in both Islamic and civil law's inheritance-related laws and regulations are examined using the normative legal approach. To find the distinctions and parallels between the two legal systems, a comparative legal technique is also employed. This study's data sources include secondary legal documents like books and pertinent periodicals, as well as main legal materials like the Indonesian Compilation of Laws, the Civil Code, and other laws. It is anticipated that this study will aid in the development of Indonesian inheritance law, particularly by offering suggestions for initiatives to unify civil and Islamic inheritance laws in order to establish legal clarity and fairness in the distribution of inheritance in society
Downloads
References
Adisiswanto, E., dan W. Maghfuroh. “Tinjauan Hukum terhadap Bagian Mutlak (Legitime Portie) Ahli Waris terhadap Harta Warisan Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.” IUS: Jurnal Ilmiah Fakultas Hukum 9, no. 01 (2022): 39–46.
Ahyani, H. P. “Prinsip-Prinsip Keadilan Berbasis Ramah Gender (Maslahah) dalam Pembagian Warisan di Indonesia.” Al-Mawarid: Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH) 5, no. 1 (2023): 73–100.
Amalia, E. “Penyetaraan Gender dalam Hal Pembagian Warisan.” Ahkam: Jurnal Hukum Islam 8, no. 2 (2020): 213–33.
Bachtiar, M. “Hukum Waris Islam Dipandang dari Perspektif Hukum Berkeadilan Gender.” Jurnal Ilmu Hukum Riau 3, no. 01 (2012): 9128.
Fahimah, I. “Sejarah Perkembangan Hukum Waris di Indonesia.” Nuansa: Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan 11, no. 2 (2018).
Fahrullah, A. F. “Ahli Waris dalam Perspektif Hukum Islam dan KUHPerdata (Burgerlijk Wetboek).” Jurnal Hukum Islam (2021): 59–77.
Harahap, R. B. “Penarikan Hibah dalam KUH Perdata dengan KHES.” Jurnal Al-Maqasid: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan 5, no. 2 (2019): 216–29.
Juli, D. E. “Hibah dan Hak Waris: Studi Perbandingan Undang-Undang dan Kompilasi Hukum Islam (KHI).” Al Maqashidi: Jurnal Hukum Islam Nusantara 7, no. 2 (2024): 106–20.
Khayati, S. “Pembagian Harta Warisan Berdasarkan Metode Hukum Waris Islam dan Kompilasi Hukum Islam.” Arus: Jurnal Sosial dan Humaniora 3, no. 1 (2023): 15–24.
Listyawati, P. R. “Perbandingan Hukum Kedudukan Ahli Waris Pengganti Berdasarkan Hukum Kewarisan Islam dengan Hukum Kewarisan menurut KUHPerdata.” Jurnal Pembaharuan Hukum 2, no. 3 (2015): 335–44.
Lusiana, V. “Hukum Kewarisan di Indonesia.” Jurnal Alwatzikhoebillah: Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora 8, no. 2 (2022): 291–306.
Muhibbin, M., dan A. Wahid. Hukum Kewarisan Islam: Sebagai Pembaruan Hukum Positif di Indonesia. Edisi revisi. Jakarta: Sinar Grafika, 2022.
Natania, M., dan Jordanno Lesmana. “Analisis Sistem Pewarisan di Indonesia dalam Perspektif Hukum Perdata.” Jurnal Kewarganegaraan 8, no. 1 (2024): 990–99.
Rahman, Y. I. “Pengakuan Status Anak Luar Kawin dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif.” Lisyabab: Jurnal Studi Islam dan Sosial 5, no. 2 (2024): 178–91.
Sari, D. P. “Wasiat yang Ideal dalam Ruang Lingkup Hukum Pembuktian di Indonesia.” Officium Notarium 4, no. 1 (2024): 1–12.
Suhartono, D. A. “Sistem Pewarisan Menurut Hukum Perdata.” Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial 1, no. 3 (2022): 204–14.
Suherman, S. “Analisis Penyelesaian Sengketa Waris Perspektif Hukum Islam dan Hukum Perdata di Indonesia.” Al-Muqaronah: Jurnal Perbandingan Mazhab dan Hukum 3, no. 1 (2024): 13–30.
Tansir, C. E. “Sengketa Pembagian Waris Berdasarkan Hukum Perdata di Indonesia.” Journal of Accounting Law Communication and Technology 2, no. 1 (2024): 366–73.
Tarmizi, T. “Upaya Penyelesaian Konflik Pembagian Harta Warisan Masyarakat di Indonesia.” Al-Adl: Jurnal Hukum 16, no. 1 (2024): 41–60.
Thohari, I. “Konflik Kewenangan antara Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama dalam Menangani Perkara Sengketa Waris Orang Islam.” Universum 9, no. 2 (2015): 173–88.
Wahib, A. B. “Reformasi Hukum Waris di Negara-Negara Muslim.” Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum 48, no. 1 (2014).
Wahjoeono, D. A. “Sosialisasi dan Pemberian Bantuan Hukum tentang Hukum Waris di Desa Candipari, Kabupaten Sidoarjo.” Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat 3, no. 2 (2024): 131–36.
Wahyuni, A. “Sistem Waris dalam Perspektif Islam dan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia.” SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i 5, no. 2 (2018): 147–60.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Amrullah, Subianta Mandala (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













