Comparative Authority in Cybercrime Investigation: Indonesian Police and Related Institutions

Authors

  • John Piter Tampubolon Universitas Borobudur Author
  • Rineke Sara Universitas Borobudur Author

DOI:

https://doi.org/10.63142/al-battar.v2i3.448

Keywords:

Cyber Crime, Investigation, Police

Abstract

The rapid expansion of information technology has significantly increased cybercrime in Indonesia, necessitating a clear and coordinated law enforcement framework. This article aims to comparatively analyze the authority to investigate cybercrime between the Indonesian National Police (Polri) and other related institutions, including the Attorney General’s Office, the National Cyber and Crypto Agency (BSSN), and the Ministry of Communication and Informatics (Kominfo). The research employs a normative juridical method with statutory and conceptual approaches, supported by comparative analysis of institutional authority based on Law Number 1 of 2024 concerning Electronic Information and Transactions, the Criminal Procedure Code (KUHAP), and Law Number 16 of 2004 concerning the Prosecutor’s Office. The findings indicate that Polri holds dominant and comprehensive investigative authority, while other institutions perform supportive, supervisory, and technical functions without direct investigative attribution. However, regulatory fragmentation and weak coordination mechanisms create overlaps and inefficiencies in cybercrime handling. This study concludes that regulatory harmonization and the establishment of an integrated coordination framework are essential to ensure effective, accountable, and human-rights-oriented cybercrime law enforcement in Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, R. F., dan M. I. Fadhlurrahman. “Alur Penegakan Hukum dalam Kasus Pidana Berdasarkan Tugas serta Fungsi dari Hakim dan Jaksa di Indonesia.” Adagium: Jurnal Ilmiah Hukum 3, no. 1 (2025): 41–63.

Alfiana, R., dan Z. A. Young. “Peran Kepolisian dalam Penegakan Hukum terhadap Pelaku Tindak Pidana Judi Online di Polres Metro Tangerang Kota.” Arus Jurnal Sosial dan Humaniora 5, no. 2 (2025): 2775–2783.

Altansa, F., dan D. Rahmat. “Analisis Yuridis Kewenangan Jaksa dalam Penegakan Hukum Tindak Pidana Informasi dan Transaksi Elektronik.” Lex Lagueens: Jurnal Kajian Hukum dan Keadilan 2, no. 1 (2024): 1–13.

Arafat, M., dan A. T. Wirasto. “Kebijakan Kriminal dalam Penanganan Siber di Era Digital: Studi Kasus di Indonesia.” Equality: Journal of Law and Justice 1, no. 2 (2024): 220–241.

Budiyanto, S. H. Pengantar Cybercrime dalam Sistem Hukum Pidana di Indonesia. Serang: Sada Kurnia Pustaka, 2025.

Cahyono, S. T., W. Erni, dan T. Hidayat. “Rekonstruksi Hukum Pidana terhadap Kejahatan Siber (Cyber Crime) dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia.” Dame Journal of Law 1, no. 1 (2025): 1–23.

Dzaky, M. A., dan I. F. Edrisy. “Strategi Pencegahan Kejahatan Siber di Indonesia: Sinergi antara UU ITE dan Kebijakan Keamanan Digital.” PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora 4, no. 2 (2025): 3614–3625.

Fadli, M., D. Widijowati, dan D. Andayani. “Pencurian Data Pribadi di Dunia Maya (Phishing Cybercrime) Ditinjau dalam Perspektif Kriminologi.” Co-Value: Jurnal Ekonomi Koperasi dan Kewirausahaan 14, no. 12 (2024).

Judijanto, L. “Hukum Pidana dan Kejahatan Siber: Menanggulangi Ancaman Kejahatan Digital di Era Teknologi.” Indonesian Research Journal on Education 5, no. 1 (2025): 968–972.

Mudjiyanto, B., dan F. P. Roring. “Tendensi Politik Kejahatan Dunia Maya.” JIKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Andalan) 7, no. 1 (2024): 26–51.

Munajat, A. A., dan H. Yusuf. “Peran Teknologi Informasi dalam Pencegahan dan Pengungkapan Tindak Pidana Ekonomi Khusus: Studi tentang Kejahatan Keuangan Berbasis Digital.” Jurnal Intelek Insan Cendikia 1, no. 9 (2024): 4853–4865.

Munawar, A. “Integrasi Asas Legalitas dan Asas Oportunitas: Suatu Kajian Komparatif terhadap Penerapannya dalam Praktik Penuntutan.” Jurnal Hukum Lex Generalis 4, no. 7 (2023).

Najwa, F. R. “Analisis Hukum terhadap Tantangan Keamanan Siber: Studi Kasus Penegakan Hukum Siber di Indonesia.” Al-Bahts: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Hukum 2, no. 1 (2024): 8–16.

Pakina, R., dan M. Solekhan. “Pengaruh Teknologi Informasi terhadap Hukum Privasi dan Pengawasan di Indonesia: Keseimbangan antara Keamanan dan Hak Asasi Manusia.” Journal of Scientech Research and Development 6, no. 1 (2024): 273–286.

Putri, M. H., A. Munawar, dan M. Aini. “Proses Penyidikan dalam Sistem Peradilan Pidana.” Jurnal Hukum Lex Generalis 4, no. 7 (2023).

Suhaemin, A., dan M. Muslih. “Karakteristik Cybercrime di Indonesia.” EduLaw: Journal of Islamic Law and Jurisprudence 2, no. 1 (2021): 15–26.

Tobing, C. I., L. R. Selvias, S. R. Girsang, P. B. Azzahra, L. Y. Purba, M. A. Putera, dan N. Rusmana. “Globalisasi Digital dan Cybercrime: Tantangan Hukum dalam Menghadapi Kejahatan Siber Lintas Batas.” Jurnal Hukum Sasana 10, no. 2 (2024): 105–123. https://doi.org/10.31599/sasana.v10i2.3170.

Wahyono, B. A., A. Harahap, E. Gustian, dan D. Zaidan. “Pengaruh Penerapan Undang-Undang ITE terhadap Tingkat Kejahatan Siber di Indonesia.” Jurnal Kajian Hukum dan Kebijakan Publik 2, no. 2 (2025): 924–930.

Wati, D. S., S. Nurhaliza, M. W. Sari, dan R. Amallia. “Dampak Cyber Crime terhadap Keamanan Nasional dan Strategi Penanggulangannya: Ditinjau dari Penegakan Hukum.” Jurnal Bevinding 2, no. 1 (2024): 44–55.

Wibowo, M. S., dan A. Munawar. “Kendala Teknis dan Hukum dalam Proses Penyidikan Tindak Pidana Siber di Indonesia.” Jurnal Hukum Lex Generalis 5, no. 7 (2024).

Widjaja, G. “Wewenang, Pelimpahan Wewenang, dan Akibat Hukumnya dalam Konsepsi Hukum Perdata.” Jurnal Alwatzikhoebillah: Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, dan Humaniora 9, no. 2 (2023): 310–319.

Downloads

Published

25-12-2025

Issue

Section

Artikel

How to Cite

Tampubolon, John Piter, and Rineke Sara , trans. 2025. “Comparative Authority in Cybercrime Investigation: Indonesian Police and Related Institutions”. Al-Battar: Jurnal Pamungkas Hukum 2 (3): 395-406. https://doi.org/10.63142/al-battar.v2i3.448.