Legal Reform In Handling Inmates With Mental Health Disorders In Correctional Institutions
DOI:
https://doi.org/10.63142/al-battar.v2i3.449Keywords:
Legal vacuum, prisoners, mental health, correctional facilitiesAbstract
The treatment of inmates with mental health disorders remains a persistent challenge within the Indonesian correctional system. Although Law No. 22 of 2022 on Corrections, Law No. 18 of 2014 on Mental Health, and several implementing regulations recognize prisoners’ rights to healthcare, they fail to provide explicit mechanisms for the identification, treatment, and rehabilitation of inmates with mental health disorders. This study aims to analyze the extent to which existing legal frameworks accommodate the specific needs of inmates with mental health disorders and to identify legal gaps that hinder the effective protection of their rights. Employing a normative juridical research method with statutory, conceptual, and comparative approaches, this study examines relevant legislation and compares Indonesia’s regulatory framework with practices adopted in several other jurisdictions. The findings reveal a significant legal vacuum characterized by the absence of standardized procedures for early identification, inadequate mental health services within correctional institutions, and weak coordination between correctional and health authorities. This condition increases the risk of human rights violations, institutional violence, ineffective rehabilitation, and failed social reintegration. The study concludes that comprehensive legal reform is urgently required to establish clear regulatory standards, strengthen institutional capacity, and integrate a rehabilitation-oriented, health-based approach within the correctional system. Such reforms are essential to ensure the protection of inmates’ rights and to realize a humane and effective correctional framework.
Downloads
References
Basuki, U. “Merunut Konstitusionalisme Hak atas Pelayanan Kesehatan sebagai Hak Asasi Manusia.” Jurnal Hukum Caraka Justitia 1, no. 1 (2020): 21–41.
Carolin, C., F. D. M. Putri, J. D. Halifah, W. A. Fatiha, I. Ratnaduhita, dan T. Supriyadi. “Hukuman bagi Pelaku Kejahatan dengan Masalah Kejiwaan.” Journal of Law and Nation 4, no. 1 (2025): 82–100.
Enggarati, L., M. B. Santoso, dan E. N. Hidayat. “Urgensi Intervensi Krisis pada Narapidana Remaja dengan Gangguan Mental di dalam Lembaga Pemasyarakatan.” Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial 7, no. 1 (2024): 66–73.
Farhan, S. R., dan A. Suherman. “Perlindungan Hukum terhadap Penyandang Disabilitas dalam Perspektif Hak Asasi Manusia di Indonesia.” Jurnal Inovasi Hukum dan Kebijakan 5, no. 4 (2024).
Kosasi, F. W. “Deklarasi Universal Human Rights dan Pemenuhan Hak Asasi bagi Narapidana.” Justitia: Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora 7, no. 4 (2020): 798–810.
Kristianto, S. “Pemenuhan Hak Narapidana Anak di Lembaga Pembinaan yang Bukan Khusus Anak.” Jurnal HAM 12, no. 1 (2021): 95–110.
https://doi.org/10.30641/ham.2021.12.95-110
Manalu, H. J. P., dan J. Simamora. “Peran dan Hambatan Lembaga Pemasyarakatan dalam Mendukung Pemulihan Mental Warga Binaan Pemasyarakatan: Studi di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Utara.” Public Service and Governance Journal 6, no. 1 (2025): 203–212.
Megawati, H., dan H. Maulana. Psikologi Komunitas: Peran Aktif Psikologi untuk Masyarakat. Jakarta: Bumi Aksara, 2024.
Mikhael, L. “Tanggung Jawab Negara dalam Pemenuhan Hak atas Kesehatan Jiwa Dihubungkan dengan Hak Asasi Manusia.” Journal of Psychiatry 51, no. 1 (2020).
Nurrozalina, R., K. W. Setya, E. E. Wati, A. F. Azzahra, dan A. Y. Asriana. “Tanggung Jawab Negara dalam Memberikan Jaminan Hukum untuk Rehabilitasi dan Reintegrasi Sosial bagi Individu dengan Gangguan Kesehatan Mental.” Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum 5, no. 3 (2024): 905–915.
Pramestuti, N. A., dan E. K. Poerwandari. “Prevalensi Gangguan Mental dan Layanan Kesehatan Mental Forensik dalam Sistem Peradilan: Sebuah Tinjauan Literatur.” Journal Psikologi Forensik Indonesia 2, no. 1 (2022).
Putra, F. A., dan S. L. Gaol. “Pelaksanaan Pemenuhan Pelayanan Kesehatan bagi Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (Studi pada Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Jakarta).” Lex Lagueens: Jurnal Kajian Hukum dan Keadilan 3, no. 1 (2025): 188–202.
Rizal, M., dan M. Subroto. “Tantangan dalam Rehabilitasi Kelompok Rentan di Lembaga Pemasyarakatan: Studi Kasus pada Narapidana Remaja dengan Gangguan Mental.” Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha 11, no. 3 (2023): 51–56.
Sari, R. A. “Literature Review: Depresi Postpartum.” Jurnal Kesehatan 11, no. 1 (2020): 167–174.
Subroto, M., dan H. U. Mukhlish. “Rehabilitasi Narapidana melalui Pembinaan Berbasis Masyarakat: Analisis Implementasi Teknik Community-Based Corrections dalam Sistem Pemasyarakatan.” Innovative: Journal of Social Science Research 5, no. 1 (2025): 7035–7045.
Syarif, M. H., dan M. Subroto. “Implementasi Pelayanan Kesehatan Mental untuk Lansia di Lembaga Pemasyarakatan: Sukses dan Hambatan.” Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains 12, no. 2 (2023).
Waqiah, N. “Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan bagi Narapidana dalam Upaya Pemenuhan Hak atas Kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Makassar.” Journal of Lex Theory (JLT) 2, no. 2 (2021): 236–250.
Widayati, L. S. “Rehabilitasi Narapidana dalam Overcrowded Lembaga Pemasyarakatan.” Negara Hukum: Membangun Hukum untuk Keadilan dan Kesejahteraan 3, no. 2 (2016): 201–226.
Wilber, E. “Kebijakan Hukum Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa dan KUHP.” Jurnal Niara 11, no. 1 (2018): 1–5.
Yusuf, H. M., N. Ruhia Sabila, F. G. Nuladani, dan I. N. Zaman. “Hak Asasi Manusia (HAM).” Advances in Social Humanities Research 1, no. 5 (2023): 511–519.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tiur Hasmida Hutagalung, Suparno (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













