Sosialisasi Pencatatan Perkawinan Untuk Menjamin Keabsahan dan Perlindungan Hukum di Majlis Ta'lim Miftahul Istiqomah, Desa Taringgul Landeuh, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta
DOI:
https://doi.org/10.63142/bhumiputra.v2i1.136Keywords:
Marriage Registration, Marriage Law, SocializationAbstract
Marriage registration is an important aspect of marriage law in Indonesia which has implications for the validity and legal protection of married couples. Indonesia has various marriage legal systems, both customary and religious, which are regulated in Law no. 1 of 1974. In Islam, marriage registration is not a pillar of marriage, but has significance in providing legal certainty. Without registration, the marriage loses legal force, potentially causing problems in the future. This research uses the Participatory Research method by involving the community in socializing marriage registration in Taringgul Landeuh Village, Kiarapedes District, Purwakarta Regency. This activity goes through the stages of observation, preparation, implementation and evaluation. The results of the activity show that there are still people who marry without official registration, which has an impact on legal protection for partners and their offspring. This socialization succeeded in increasing public awareness about the importance of registering marriages as a means of complying with the law and guaranteeing the validity of marriages in the eyes of the state
Downloads
References
Adillah, S. U. (2016). Implikasi Hukum dari perkawinan siri Terhadap perempuan dan anak. PALASTREN Jurnal Studi Gender, 7(1), 193–222.
Gussevi, S., Iswanto, C., & Dzulhijah, D. (2024). Sosialisasi Urgensi Pencatatan Perkawinan dan Dampak Perkawinan di Bawah Tangan di Majlis Taklim As-Sakinah Babakancikao Purwakarta. Bhumiputra: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Global Volume 1 Nomor 4 Desember 2024. https://doi.org/10.52496/pn2xc221
Huda, A. (2018). Pencatatan Perkawinan Perspektif Maqashid Al-Syariah. Pikir: Jurnal Studi Pendidikan Dan Hukum Islam, 4(2).
Indonesia, R. (1974). Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
Marsal, A. (2015). Pencatatan Perkawinan: Antara Rukun Nikah dan Syarat Administratif. Jurnal An-Nur, 4(1).
Nasir, M. (2016). Maqashid Al-Syari’ah Dalam Pencatatan Perkawinan Di Indonesia. At-Tafkir, 9(2), 38–51.
Shulton Asnawi, H. (2024). Sejarah, Urgensi dan Tipologi Pencatatan Perkawinan dalam Undang-undang Keluarga Islam di Negara Muslim. https://attractivejournal.com/index.php/bce/
Siti Nurul Latifah, Yuwan Fijar Anugrah, & Tajul Muttaqien. (2024). Sosialisasi Pencatatan Perkawinan di Desa Wanawali Kecamatan Cibatu Kabupaten Purwakarta. Intellektika : Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(2), 89–96. https://doi.org/10.59841/intellektika.v2i2.1006
Usman, R. (2017). Makna pencatatan perkawinan dalam peraturan perundang-undangan perkawinan di Indonesia. Makna Pencatatan Perkawinan Dalam Peraturan Perundang-Undangan Perkawinan Di Indonesia.
Wibisana, W. (2016). Pernikahan dalam islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam-Ta’lim, 14(2), 185–193.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dawian Silpa, Yan Septiana Prasetiadi, Akke Azhar Annisa, Sofia Gussevi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












